Takut terkuak kedok E diduga Oknum imigrasi Dumai sebut HOAX berita terbit.

Takut terkuak kedok E diduga Oknum imigrasi Dumai sebut HOAX berita terbit.

DUMAI/RIAU — Persatuan Pawarta Indonesia.com, Akibat takut terkuak kedok inisial E sebagai dugaan praktek Calo penerbitan dokumen Pasport milik masyarakat lima orang dukomen tak di bagikan padahal kelima orang masyarakat tersebut sudah membayar Melalui Transfer rekening bank negara.

Merasa di kecewakan oleh pihak oknum imigrasi Dumai berinisial E, masyarakat tersebut menyatakan kepada awak Media ini, menunjukkan sejumlah berkas setoran tunai ke bank,pada hari Sabtu(29/07/23).Dengan rasa kecewa dirinya, sehingga sempat juga meminta bantuan (tolong)kepada salah satu rekan media massa kota Dumai dalam penguasaan pengambilan dokumen Pasport milik mereka dan semua persyaratan terpenuhi sampai pada membuat surat pernyataan  untuk pengambilan dokumen Pasport milik rekannya yang di sarankan Kakanim imigrasi Dumai.

Akibat sempat di(PHP) Pemberi harapan palsu dan hampir terjebak juga oleh bahasa kasar Kakanim imigrasi Dumai sebagai pejabat PUBLIK tak beretika dengan sempat juga menyebutkan, Seharusnya kalimat tak sewajarnya di lontarkan Kepada Rekan Media massa Dumai dalam ucapan bernada kasar dengan Bahasa Kampret dan melarang sejumlah rekan media massa kota Dumai untuk menginjakkan kaki nya di kantor imigrasi kota Dumai –Red.

Ternyata informasi terkini yang di himpun team Media,rupanya oknum imigrasi Dumai inisial E sudah proses pembuatan dokumen Pasport milik mereka tanpa ada kendala Melalui Sistem verifikasi lengkap datanya, sampai pada penyetoran Transfer ke rekening bank untuk membayar biaya billing pemohon pembuatan dokumen Pasport mereka,namun mendapatkan informasi langsung narasumber MFD menyampaikan ke media ini, ketika menguasakan pengambilan dokumen Pasport.

ternyata awal nya si Pembuatan dokumen Pasport berinisial E, diduga karena takut kedoknya terbongkar inisial E oknum imigrasi Dumai sempat membantu kelima orang masyarakat tersebut dan kemungkinan proses pembuatan dokumen Pasport tanpa ada kesalahan apapun melalui proses data dan verifikasi, hingga terbit dokumen Pasport nya,ucap Narasumber.

sempat beradapan dengan oknum imigrasi Dumai yang berinisial E tetapi nanti di kabari,namun selesai dokumen Pasport terbit milik kelima masyarakat itu di tahan tanpa alasan yang jelas, kemudian selentingan kabar nya diduga oknum inisial E sempat juga bernegosiasi terhadap pengurus dokumen Pasport untuk melancarkan aksinya, dugaan itu dengan meminta juga uang pelicin namun tak tau jumlah rupiah nya berapa sebutan nya kepada masyarakat tersebut.

Tak mau terkuak kedok inisial E oknum imigrasi Dumai menyatakan kepada atasannya sungguh sangat tak beretika,sikap Kakanim imigrasi Dumai menyatakan keterangan ke salah satu media online menyampaikan bahwa Berita terbit”,itu berita Hoax”,

Dalam bantahan itu,pihak Team Media langsung kelapangan ternyata kelima dokumen Pasport milik masyarakat berinisial,TJ,GA,RN,NW dan BA sudah selesai namun tidak di berikan oleh yang bersangkutan, jelas ulah sikap inisial E oknum imigrasi Dumai,tegas MFD kepada awak media ini.

Satu pertanyaan bagi PUBLIK,ada apakah gerangan terkait pembuatan dokumen Pasport di imigrasi Dumai ? Apakah sikap Kakanim imigrasi Dumai Sebagai pejabat PUBLIK harus melakukan upaya pembelaan terhadap inisial E yang ternyata diduga ada unsur keterlibatan praktek Calo dengan pembuatan dokumen Pasport milik lima masyarakat itu?, sekaligus Bagaimana Nasib Uang Trasfer pemohon pembuatan dokumen Pasport lima orang yang sudah di Setor kan per/orang Rp.350.000, rupiah setelah membayar ke rekening bank yang di tunjuk imigrasi Dumai?

Fahamkah Kakanim imigrasi Dumai Rezeki putra Ginting mengenai aturan undang undang pers pasal.18 (UUD PERS no 40 tahun 1999).

Pasal 18 UU Pers mengancam penghalang kemerdekaan pers dengan pidana dua tahun atau denda 500 juta rupiah. Dengan Berbagai Sikap kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan dan media sering terjadi tanpa pernah ada tindakan hukum terhadap pelakunya.

Kemudian dalam aturan Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. T.E.U. Indonesia, Pemerintah Pusat. Nomor. 14.”,UU No. 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Hal senada juga di sampaikan narasumber inisial MFD Merasa kecewa dirinya melihat gelagat pejabat PUBLIK  sebagai Kakanim imigrasi Dumai Rezeki Putra Ginting tak konsisten dalam komitmen kata -kata jelas terhadap Ucapan kalimat yang langsung berubah seratus persen tanpa ada ucapan dan kalimat kendala yang dihadapi pemohon pembuatan dokumen Pasport milik lima masyarakat, yang berujung ucapan diduga telah menjebak salah satu rekan media Dumai.

saat di konfirmasi ulang Kakanim imigrasi Dumai,kala itu dirinya selalu menyatakan ini anak Medan, BROe,… Kampret,dan jangan lagi rekan media menginjakkan kaki di kantor imigrasi Dumai, terlontar nya kalimat itu yang memicu dapat menyebabkan semua elemen profesi media..merasa tersinggung dan juga harus  angkat bicara.

Anggapan dampak Akibat ucapan, menyepelekan terhadap profesi jurnalis,dan merasa Sok Hebat atas ucapan itu, permintaan para rekan media massa kota Dumai, agar putra Ginting harus segera,menarik segala ucapan nya sebagai pejabat PUBLIK dan meminta maaf terhadap apa yang di lakukan dengan kalimat menyatakan bahwa berita terbit itu,”Sebagai berita Hoax.”Dan juga selain itu , sekaligus meminta maaf atas ucapan yang dapat menimbulkan polemik bermitra bahkan demi untuk kepentingan masyarakat kota Dumai bersama hanya melakukan dengan meminta permohonan maaf ke rekan media massa kota Dumai.

Lalu bagi Korban inisial MFD merasa gerah dan mempertanyakan ucapan oknum imigrasi Dumai inisial E terkait ucapan nya tersebut Dari segi tujuan kalimat tudingan itu apakah punya bukti serta fakta, ketika kalimat TPPO yang disebut oknum imigrasi Dumai yang arogan menuding tanpa unsur yang jelas.

Sementara pihak imigrasi Dumai saat di konfirmasi ulang Media ini, pada hari Sabtu,menutup ruang melalui Via headphone seluler tanpa ada pernyataan dari Kakanim imigrasi Dumai yang sempat menyebutkan Berita terbit HOAX,belum ada komentar dan tanggapan terkait ucapan itu yang sempat di hubungi via headphone seluler nya.

Hingga berita ini di terbitkan meminta kepada Pihak Kanwil imigrasi hukum dan HAM provinsi Riau untuk segera proses dan turun ke kota Dumai untuk melakukan sidak terkait pelaksanaan pembuatan dokumen Pasport hingga pembayaran resmi pelunasan dokumen Pasport di lakukan hingga kini tanpa diberikan kepada pemohon nya.

Jurnalis:*Team-Media*.