PR” Buat Kapolda-Su, Bisnis Ilegal Penimbunan BBM Solar Di Tanjung Pura-Langkat Kebal Hukum

PR” Buat Kapolda-Su, Bisnis Ilegal Penimbunan BBM Solar Di Tanjung Pura-Langkat Kebal Hukum

“PR” Buat Kapolda-Su, Bisnis Ilegal Penimbunan BBM Solar Di Tanjung Pura-Langkat Kebal Hukum

LANGKAT,

Media APPI

Setahun lebih kegiatan ilegal praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Dusun II Sepakat, Desa Serapuh Asri, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat yang dikelolah oleh 2 orang bersaudara Alfan dan Sandi hingga kini tidak tersentuh hukum.

Bahkan pihak aparat penegak hukum Polres Langkat, khususnya Mapolsek Tanjung pura bersama aparat Pemerintahan di Kecamatan dan Desa Serapuh Asri melakukan pembiaran yang terduga adanya kongko-kongko hingga selama kegiatan ilegal itu berlangsung tutup mata

Bahkan kedua bersudara yang disebut sebagai pengelolah maupun pemilik usaha ilegal penimbunanan BBM jenis solar tersebut terkabar pengusahanya berkantong tebal

Sehingga bisnis haram penimbunan BBM jenis solar yang jelas-jelas melanggar hukum itu selama ini sama sekali tidak tersentuh hukum dan bahkan mampu menaklukan pihak oknum-oknum penegak hukum itu sendiri.

Bisnis ilegal itu belakangan ini tercium oleh Wartawan, dan Kru media ini bersama Tim melakukan Chek and Rhicek dan terbukti kalau di lokasi gudang penimbunan BBM jenis solar di Dusun II, Desa Serapuh Asri tersebut terdapat tangki dan sejumlah drum sebagai wadah tempat penimbunan BBM jenis solar dan minyak mentah.

Bahkan lokasi gudang tersebut dikawal oleh sekelompok pereman yang sengaja dilibatkan untuk dipekerjakan oleh pihak pengelolah yang dikhususkan bertugas melakukan pengamanan, sehingga masyarakat selama ini tidak bisa berbuat apapun dalam aksi kegiatan praktik ilegal tersebut.

Keterangan dan informasi yang diperoleh kru media ini dari masyarakat setempat mengakui kalau mereka selama ini merasa resah dan terganggu adanya kegiatan penimbunan BBM jenis solar tersebut.

Bahkan kuat dugaan praktik penimbunan BBM itu sekaligus melakukan pengolahan untuk mengelolah bahan bakar minyak jenis solar yang diaduk (dikolak-red) dengan minyak mentah untuk menambah Volume dan membuat pengusaha tersebut tentunya mendapat keuntungan sangat besar.

Sedangkan bahan baku minyak mentah diperoleh pelaku bersumber dari sumur tua yang ditinggalkan oleh pihak Pertamina sebelumnya, dan dua jenis minyak tersebut dikelolah untuk diaduk dan dijadikan kembali menjadi bahan bakar minyak berbagai jenis.

Kepada Kru media ini, salah seorang Warga yang enggan menyebut naman nya ketika di wawancarai salah seorang Warga setempat Minggu (01/07/2023) kemarin mengungkapkan ,”kegiatan penimbunan dan pengolakan BBM jenis solar bersama minyak mentah ini cukup meresahkan, sebab bisnis ilegal ini sangat berbahaya dan menanggung resiko besar yang rentan dengan kebakaran” Katanya.

Dijelaskan Warga lagi ,”dan sudah sering terjadi kebakaran di dapur pengelolahan minyak mentah di tanjung pura ini, namun praktik penimbunan dan pengelolahan BBM jenis solar yang digodok bersama minyak mentah asal sumur tua itu semangkin geranjingan tanpa memikirkan keselamatan Warga.

Dan mulusnya kegiatan bisnis ilegal di gudang tersebut kami menduga di beck up oleh Oknum aparat, sebab sejumlah orang berambut cepak selalu berada dilokasi dengan pakaian pereman yang bergabung dengan para pereman yang diyakini orang-orang bayaran pengusaha tersebut,” Pungkas Warga tersebut.

Ditempat berbeda, salah seorang ibu rumah tangga saat ditemui Wartawan dan mengaku dirinya bernama Ibu Nur (43) juga mengaku resah dan terganggu selama adanya praktik bisnis ilegal penimbunan BBM jenis solah di Desa tersebut.

“Kami sangat resah dengan kegiatan-kegiatan mereka di gudang penimbunan BBM jenis solar, sebab bila mana terjadi kebakaran digudang itu, pastilah masyarakat Desa ini akan jadi korban” Ungkap Ibu Nur.

Dibeberkan nya lagi ,”bahkan kegiatan mereka berlangsung selama 24 jam, mulai dari pagi siang malam hingga sampai subuh kembali kalau kenderaan-kenderan, baik itu Truck Tangki maupun mobil Pic Up untuk angkutan bahan bakar ke gudang tersebut sangat menggangu Warga saat melintas di Dusun ini” Ketus Ibu Nur yang terlihat aurah kemarahan dari wajahnya.

Sedangkan salah seorang pekerja di gudang penimbunan BBM ilegal tersebut berinisial L (32) kepada Wartawan saat dikonfirmasi tidak bersedia memberikan penjelasan.

Bahkan pekerja tersebut meminta agar Wartawan konfirmasi secara langsung kepada Alfian yang sebut nya salah satu pemilik dan pengelolah usaha tersebut dengan memberi bantuan dengan menunjukan nomor Hendpone si pengelolah agar akurat dan medapatkan penjelasan secara langsung.

“Saya ngak bisa kasih penjelasan masalah gudang ini, coba langsung aja lah kepada Bos atu pemiliknya, dan ini nomornya” Kata pekerja itu sambil mengenadahkan layar telepon seluler nya.

Mendapatkan nomor hendpone Alfian itu, Wartawan langsung melakukan konfirmasi secara tertulis melalui Via Whatssap hingga mendapat jawaban yang mengatakan ,”Kalian siapa dan dari mana” Balas Alfian pada Wartawan.

Begitu Alfian mendapat jawaban kalau Wartawan ingin memperoleh keterangan konfirmasi langsung terkait kegiatan digudang penampungan BBM jenis solar tersebut, nomor Wartawan yang masuk akirnya diblokir oleh Alfian, dan Kru media ini tidak memperoleh jawaban lagi.

Terkait dengan praktik ilegal penimbunann dan praktik pengolakan BBM jenis solar bersama minyak mentah disalah satu gudang yang dikelolah oleh Alfian bersama CS nya agar menjadi perhatian serius buat Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi,SH. S.ik.M.si.

Tim dari Polda Sumatra Utara diharapkan segera menutup gudang penimbunan BBM jenis solar dan menagkap pengelolah dan pelakunya bersama CS lain nya turut serta bersama-sama terlibat dalam aksi kejahatan yang konon telah meresahkan warga setempat selama ini.

Selain itu juga masyarakat juga meminta agar Tim penyidik Polada Sumut dapat memanggil pihak-pihak di jajaran Polres Langkat bersama pihak aparat Pemerintahan yang di yakini turut serta terlibat dalam praktik bisnis ilegal tersebut.

Penyidik Polda Sumut diharapkan melakukan penyelidikan dan lidik dan mengambil bukti serta keterangan (Pulbaket-red) kepada Oknum-oknum di jajaran Polres Langkat bersama pihak aparat Pemerintahan yang selama ini dengan sengaja melakukan pembiaran tanpa melakukan tidakan apa pun.(Tim).