Mafia Ilegal logging di Sinepis kecamatan Sungai sembilan,Kota Dumai semakin Meraja Lela.

Mafia Ilegal logging di Sinepis kecamatan Sungai sembilan,Kota Dumai semakin Meraja Lela.

DUMAI.RIAU

Persatuanpewartaindonesia.com,- Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M. Si, dengan Lantang dan Tegas, untuk Perintahkan kepada seluruh Polda dan Polres jajaran di seluruh Indonesia, Berantas segala bentuk judi dan usaha Ilegal pada Kamis 18 Agustus 2022.

Dalam ketegasan Kapolri kepada Polda dan Polres seluruh Indonesia, agar segera menindak pelaku usaha Judi online atau Darat, Narkoba, Ilegal logging, ilegal mining, dan lain sebagainya Tegasnya.
Anggota Polri jangan ada yang bermain main, jangan ada yang membeckup, atau mengatur akan Saya “Copot” Sikat semua Tegasnya lagi,  jika ada Anggotanya yang terlibat maka Jenderal bintang Empat itu akan mencopot dari jabatan nya jika ada laporan dari masyarakat yang tidak di tindak lanjuti, baik di Polda, Polres, atau di Mabes sekalipun Tolong jaga Marwah konstitusi, kembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri Tegasnya Mantan Kapolda Banten itu.

Namun berbeda  dengan di Kota Dumai, pada tanggal 18 Agustus 2022 jam 12:10 tepat di
Kecamatan Sungai sembilan, Kelurahan batu teritip, Kota Dumai.

Salah satu dari anggota LSM pegiat Social dan cinta lingkungan di Kota Dumai menyampaikan keterangan Pers nya kepada media ini, perihal hal adanya temuan oleh Tim nya di kecamatan sungai sembilan Kota Dumai, pihaknya menemukan Tindakan yang telah melanggar Hukum UU Nomor 18 tahun 2013 Republik Indonesia, tentang “Perambahan Hutan” yang terletak di Wilayah Hukum Polres Kota Dumai Polda Riau,
Perambahan ditemukan di sinepis.

Saat Tim pegiat social menanyai kepada seseorang yang kebetulan di temukan di lokasi pengumpulan atau Tempat Bongkar dan Muat Kayu hasil Rambahan, sumber Ter percaya menjelaskan bahwa Pemilik kayu itu adalah saudara  SUP, dan RIW,  sedangkan SUP yang di ketahui seorang sumber mengatakan bahwa SUP adalah adik  pemilik usaha Ilegal logging yang berperan sebagai Pengawas saat kayu olahannya di tumpuk pada tempat yang ter tentu .

Kayu olahan yang di duga hasil Pembalakan liar dari Hutan sinepis itu, telah di olah  berupa  beroti dan papan tebal, seperti bahan untuk pembuatan Kusen pintu dan lain sebagainya,  dan di bawa melalui jalur paret kanal dengan cara di rakit dan di bantu oleh sampan kecil yg meggunakan mesin dongfeng  untuk menarik kayu kayu yang di rambah.

Untuk tempat penumpukan ber lokasi di buluhala yang terletak di jalan (PU)  (kelurahan geniyut ). Kecamatan Sungai sembilan, sekitar 500 meter sampai 3 kilo meter,  yang terletak di pinggir jalan atau pinggir kanal.

Lalu kayu tersebut di angkut dengan menggunakan mobil jenis  Taff roky (4×4) Nopol. (BK 1219 YP)
warna hitam dengan mengunakan gandengan seperti gerobak untuk mengangkut bahan kayu tersebut, terang Salah satu dari Tim Pegiat Social control itu menerangkan ke kepala Perwakilan PPI Provinsi Riau.
Setelah informasi kegiatan yang merusak Lingkungan itu di terima oleh media ini dari Sumber yang inisialnya di rahasiakan, awak media ini pun mencoba mengonfirmasi Pihak Polres Kota Dumai, Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto SH S.Ik melalui shot massage what’s app nya menerangkan, bahwa Pihaknya telah melakukan Razia pemeriksaan di Jalan menuju areal PT. Diamond pada malam hari, namun belum ada mendapat bukti atau pelaku ilegal logging terang mantan Kapolres Rokan Hilir itu menuturkan, dan Pihaknya juga telah menerima laporan masyarakat jelasnya.

Sedangkan keterangan yang di rangkum awak media ini dari sumber, sampai berita ini di turunkan bahwa, setiap malam kayu kayu hasil Rambahan itu selalu keluar dari Hutan Sinepis, kecamatan sungai sembilan, Kota Dumai, dan diduga di beck up oleh salah satu masyarakat yang konon katanya adalah Oknum wartawan,  yang berinisial (Riw), ber alamat di  (kecamatan sungai sembilan ) (kelurahan tanjung penyebal) dan yang hebatnya sampai sekarang tidak pernah lagi tersentuh oleh APH  yang ada di kota dumai.

Sementara itu, dalam Undang Undang yang berlaku setiap Pelaku Ilegal logging dalam Perundang-undangan itu Jelas tertera,  dapat di jerat dengan Pasa
Pasal 19 Huruf a dan atau b Jo. Pasal 94 Ayat 1 Huruf a dan atau Pasal 12 Huruf e Jo. Pasal 83 Ayat 1 Huruf b, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda maksimum Rp 100 miliar.

penulis :Sakti.