Kekerasan Di SMA N 16 Palembang Berakhir Heppy Ending

Kekerasan Di SMA N 16 Palembang Berakhir Heppy Ending

Plembang (Sumsel) mediaappi.com — Kekerasan di dunia pendidikan selalu menjadi sorotan di Tanah Air.Penanganan Kasus kekerasan yang dilakukan seorang guru SMA Negeri 16 Palembang di Jl. Lebak Murni Sako Baru Kec. Sako Kota Palembang Sumatera Selatan berakhir dengan pemberian maaf dari orang tua siswa yang menjadi korban penganiayaan seorang guru dalam sebuah rekaman video yang sempat viral pada pekan lalu (29/10/2022).

 

Khusus nya di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 16 Palembang yang sempat viral terjadi kekerasan itu yang dilakukan oleh seorang guru terhadap murid yang bernama Anisa tak berujung ke jalur hukum setelah mediasi yang berlangsung antara orang tua murid, siswa dan pelaku berakhir dengan kesepakatan damai.

 

Ema Nurnisya Putri selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 16 menuturkan bahwa kejadian tersebut adalah kesalah pahaman,Tetap apapun kenyataannya tindakan yang sudah dilakukan itu keliru, tidak tepat, salah. Jadi juga memang harus lebih bersabar lagi ke depannya, bagaimana mengolah emosi semakin baik ke depan.

Menurutnya, “kasus tersebut menjadi pembelajaran akan pentingnya penguasaan emosi bagi guru di sekolah SMA Negeri 16 palembang. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan potensi diri mereka.Dari kejadian ini kita berusaha untuk melakukan pembinaan terhadap oknum guru tersebut,”singkatnya.

 

Tambah Anang Purnomo Kurniawan kasi Peserta Didik yang sempat hadir di acara mediasi menuturkan bahwa verifikasi penyelesaian masalah yang terjadi sudah clear dan berakhir damai.Ada beberapa miss komunikasi informasi yang sudah beredar di lingkungan publik.Itu lah tujuan utama kejadian ini tidak diperpanjang dan di selesaikan secara kekeluargaan.

 

Pada Senin (31/10/2022) pukul 10.00 Wib telah tercapai verifikasi awal sampai berunjuk akhir kesepakatan damai antara guru dengan Wahyo dan Mariam selaku orang tua Anisa, dan kami berharap kasus ini tidak terulang lagi, karena ini menyangkut citra baik nama lembaga pendidikan di provinsi Sumsel” kata ema.(Obie)