Gudang Ilegal Drilling Di Jl Lintas Tanjung Api-api Milik Umar Kebal Hukum, Diduga Di Backup Oknum Polda Sumsel

Gudang Ilegal Drilling Di Jl Lintas Tanjung Api-api Milik Umar Kebal Hukum, Diduga Di Backup Oknum Polda Sumsel

Banyuasin Sumsel mediaappi.com — Kembali terpantau Gudang Ilegal Drilling di Jl Lintas Tanjung Api-api Desa Sri Tiga Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin 15 Juni 2023 diduga milik Umar kebal hukum.

Dari pantauan media PPI mendapati lokasi tersebut merupakan tempat menyulingan minyak mentah menjadi bahan bakar jenis Pertalite dan Solar yang dilakukan secara ilegal dengan cara penyulingan menggunakan tabung gas elpiji 3kg.

Ironis nya gudang BBM ilegal jenis pertalite dan solar tersebut sudah sering di grebek akan tetapi masih tetap buka,informasi yang di dapat ada oknum aparat Polda Sumsel bernama (Ym) di balik bisnis ilegal Driling sehingga berjalan lancar nya aktivitas kegiatan gudang tersebut.

Pengakuan warga berinisial (DN) menjelaskan (Red_) gudang milik Umar telah lama melakukan aktivitas Ilegal driling ini,”Sudah lama pak Gudang Ilegal Drilling ini beraktivitas, bahkan sempat di grebek oleh Satreskrim Polres Banyuasin dan pemilik Gudang tersebut sempat di bawak oleh APH, namun beberapa jam kemudian pemilik Gudang (Umar) keluar dan kembali membuka Gudang Ilegal Drilling tersebut hingga sekarang.”ujar DN

Informasi yang di dapatkan bahwa Umar pemilik gudang ilegal Driling tersebut diduga melakukan indikasi gratifkasi sehingga bisa berjalan dan keluar kembali saat penangkapan.

Menurut (DN), hingga kini belum ada pemilik gudang tertangkap dalam kasus penyulingan minyak illegal dan penimbunan bbm diduga ilegal. Namun pengawasan pemilik gudang dan keterlibatan oknum polisi yang bertugas di Polda Sumsel dalam praktik penyulingan minyak ilegal dan penimbunan bbm ilegal tersebut tetap dilakukan.

Untuk diketahui mengolah limbah B3, harus mendapatkan izin dari Menteri Lingkungan Hidup. Sedangkan untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi, harus mendapatkan izin dari Dirjen Minyak dan Gas.

dari perbuatannya Pelaku penimbunan BBM merupakan perbuatan pidana sebagaimana diatur Pasal 55 UU Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Pelaku terancam dipidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.(MK/tim)