DPMN Agam Tegaskan Hasil Rekomendasi Tim Objektif & Bantah Tudingan Pengalihan Program TMMN-117 Ke Simarasok

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) Kabupaten Agam, Drs. Asril, MM.

Agam-Sumbar.Persatuanpewartaindonesia.com | Penetapan Nagari Simarasok, Kecamatan Baso sebagai penerima manfaat dari pelaksanaan program TMMN ke-117 tahun 2023, menuai kontroversi dari masyarakat Limau Abuang Pasia Laweh, hal tersebut disampaikan oleh Walinagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah kepada salah satu media dan menjadi topik perbincangan dibeberapa grup media sosial Agam.

Hal ini terungkap dari pemberitaan media on line kompas86.com, yang rilis pada hari Jum’at, tanggal 17 Februari 2023. Diberitakan bahwa Walinagari Pasia Laweh, Zul Arfin DT. Parpatiah kecewa atas rekomendasi pengaspalan Jalan Limau Abuang Palupuah, yang menurutnya telah “dialihkan” ke program pembukaan Jalan Talao di Nagari Simarasok, Kecamatan Baso.

Kekecewaan Walinagari Pasia Laweh yang mengharapkan pengerasan Jalan Limau Abuang melalui program TMMN ke-117 itu, dikonfirmasi langsung oleh awak media PPI kepada Kepala Dinas PMN Kabupaten Agam, Drs. Asril, MM di Bukittinggi, Jum’at (17/02/23)

Menurut Asril, “Berdasarkan kajian yang menyeluruh dan survey yang sudah dilaksanakan oleh Tim TMMN ke-117, yang terdiri dari DPMN Agam, Bappeda Agam, PUTR Agam, KPHL Agam Raya, BKSDA Agam, Kodim 0304 dan Kecamatan terkait, yang dilaksanakan dari tanggal 14 s.d 17 Desember 2022, menghasilkan rekomendasi yang sudah memenuhi syarat penetapan lokasi penerima program TMMN ke-117”

Penyaringan sudah diilaksanakan sejak pengusulan 34 calon lokasi se-Kabupaten, dari 34 calon terdapat 12 lokasi yang memenuhi pra-syarat untuk lolos menjalani verifikasi tahap 2, yaitu lokasi Jln. Batu Gadang Padang Laweh Sungai Puar, Jln. Kapau-Biaro Tilatang Kamang, Jln. Balingka IV Koto, Jln. Talao Simarasok Baso, Jln. Kampuang Tingga Matur, Jln. Labuah Pancang Canduang, Jalan Limau Abuang Palupuah, Jln. Parik Antang Malalak, Jln. Sungai Batang Tanjung Raya, Jln. Sitanang IV Nagari, Jln. Durian Panjang Lubuk Basung dan Jln. Kayu Pasak Palembayan.

Pembangunan akses jalan di Daerah terisolir, yang dilaksanakan melalui Program TMMN.

“Proses seleksi dan verifikasi dari 12 calon lokasi penerima manfaat program TMMN ini dilaksanakan melalui proses kajian yang sangat objektif, hingga mengerucutkan 3 lokasi prioritas untuk masuk tahapan seleksi selanjutnya”, ulas Asril.

Merujuk pada mekanisme yang mengatur kerja Tim TMMN, dari 3 calon lokasi tersebut diseleksi lagi untuk menghasilkan 1 rekomendasi lokasi. Rekomendasi final dari Tim TMMN menjatuhkan pilihan pada lokasi Jalan Talao Simarasok di Kecamatan Baso.

“Jadi, tidak benar adanya tudingan pengalihan lokasi TMMN yang berdasarkan alasan subjektif, semuanya tahapan seleksi sudah dilakukan melalui proses yang panjang dan objektif”, tegas Asril.

“Seleksi ini diawali dari pengusulan 34 calon lokasi se Kabupaten Agam, kemudian disaring menjadi 12 lokasi, dari 12 calon tersebut ditemukan 4 lokasi yang tidak memenuhi syarat, 3 lokasi yang menanggung biaya tinggi (mahal) dan 2 lokasi yang tidak memiliki urgensi dengan program TMMN”, ujarnya.

Lembaran data hasil seleksi dan verifikasi Tim TMMN ke-117

Menyikapi kontroversi usulan pengerasan Jln. Limau Abuang Palupuah yang gagal memperoleh rekomendasi dari Tim TMMN,  dituangkan dalam analisa dan kajian tertulis, yang diperlihatkan oleh Kadis PMN Agam kepada awak media PPI. Data tersebut menjelaskan beberapa faktor yang menjadi alasan logis Tim TMMN tidak memberikan rekomendasi kepada lokasi Jln. Limau Abuang Palupuah.

Hasil analisa dan kajian tekhnis Jln. Limau Abuang yang diusulkan pengerasannya sepanjang 3,1 KM, diperkirakan menanggung pembiayaan yang cukup tinggi atau mahal, ruas jalannya berada di kontur tanah yang berbukit dan curam, melalui 1 aliran sungai dan didapati sudah dilakukan pengerasan dibeberapa titik.

Selain itu Jln. Limau Abuang belum memenuhi urgensi pembukaan daerah terisolir, sesuai dengan tujuan penyelenggaraan program TMMN, ditambah lagi dengan Kecamatan Palupuah yang sudah pernah mendapatkan program TMMN 2019, sedangkan Kecamatan Baso diketahui belum pernah menerima program tersebut.

“Kami dapat memaklumi kekecewaan masyarakat Limau Abuang Palupuah, namun kami berharap masyarakat juga bisa memahami standar seleksi dan verifikasi yang harus dilaksanakan oleh Tim TMMN, rangkaian proses ini sudah dilaksanakan secara objektif untuk menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan aturan dan mekanisme TMMN”, harap Asril kepada semua pihak terkait.

Idealnya wilayah Kabupaten Agam yang sangat luas, harus didukung dengan anggaran pembangunan yang sangat besar pula, supaya pembangunan dapat dilaksanakan secara merata dan berkeadilan.

Namun kemampuan anggaran tersebut belum berbanding lurus dengan kebutuhan pembangunan daerah, sehingga dapat dipastikan ada pihak yang merasa tidak puas dengan kebijakan pembangunan di Kabupaten Agam.

“Begitulah tantangan dan resiko yang harus dihadapi oleh Pemkab Agam dalam melaksanakan pembangunan di wilayah yang sangat luas ini, alangkah baiknya kita sama-sama menyadari segala keterbatasan tersebut”, ajak Asril.

“Meski kekurangan dan kelemahan itu sudah menjadi rahasia umum dan bermacam asumsi subjektif yang beredar ditengah masyarakat, makanya DPMN Agam bersama stake holder dituntut bekerja konsisten melaksanakan tahapan proses seleksi tersebut secara objektif dan terukur, menurut aturan yang berlaku”, tambahnya.

“Hal ini ditujukan agar semua pihak dapat memahami dan menerima hasil rekomendasi Tim TMMN ini secara objektif pula, dengan tetap mengedepankan rasa kebersamaan dan sikap yang bijaksana” tutup Asril. (K*)