Diduga Kepala Desa Ancam Wartawan serta Halang-Halangi Tugas Jurnalistik dan Kesan nya,Seolah Menutupi Masalah,Pungli dan Potong Dana PIP di Lakukan Kepala Sekolah SMKN1 Hulu Sungkai dan Komite.

Diduga Kepala Desa Ancam Wartawan serta Halang-Halangi Tugas Jurnalistik dan Kesan nya,Seolah Menutupi Masalah,Pungli dan Potong Dana PIP di Lakukan Kepala Sekolah SMKN1 Hulu Sungkai dan Komite.

 

 

Lampung Utara.

PPI

Dalam seharian tugas seorang wartawan ingin menggali informasi yang akurat dan terpercaya demi kebenaran,Sore itu salah seorang awak media 1nwestvgroup.com.(Riki Hakiki) pada hari senin(25/07/2022)sekira pukul 18.28 wib.

Menurut keterangan Riki Hakiki bersama istri mampir beli ,”Es di tempat Syarif.

Lanjut nya setelah itu beliau dan istri nya di ajak masuk oleh Ibu nya Syarif,sambil mempersilakan duduk di dalam sambil minun es, Riki bertanya dengan mas Jamaludin, Oh ya Mas Jamal disini tetangga Mas Jamal,ada tidak Anak wali murid yang sekolah di SMKN 1 Hulu Sungkai, di jawab Mas Jamal,ada pak, Emang ada apa ya pak, saya dapat informasi atas beberapa keluhan wali murid mengenai potongan Dana PIP(Program Indonesia Pintar) di SMKN 1 Hulu Sungkai Mas,”ucap,Riki.

Oh ya,ada Pak,Jawab jamal, tapi Rumah nya di gunung sandaran jelasnya,lalu riki mengatakan ingin mengumpulkan informasi siapa saja Anak wali murid yang mendapatkan Dana PIP (Program Indonesia Pintar) di sekolah SMKN 1 Hulu Sungkai.

Lanjut, di jawab Mas Jamaludin ada Pak, tunggu sebentar Pak nanti saya panggil Anak beserta Wali murid nya kerumah saya,”ucap, nya.

Setelah itu awak media bertanya kepada Wali murid nya, apa benar Anak Ibu, Dan Anak Bapak mendapatkan Dana PIP di sekolah SMKN 1 Hulu Sungkai.,benar pak,Jawab wali murid.

Menurut data yang di catat Nama Wali Murid Ibu Turminah dan Nama Anak nya Revi Yana, Nama Wali murid Pak Aris Dan Nama Anaknya Bagus Pramudya Adi Sadewa dan setelah Awak media mencatat
bu Mas Enik Warga Desa Gedung Makripat,
Tiba-tiba Masuk lah Pak Kades Rudi Setiawan Bersama Pak Dendi TU SMKN 1 Hulu Sungkai., langsung marah dan nyuruh awak media matikan Hp, serta merampas Hp awak media tersebut.

Lanjut awak media menjawab ini Tidak bisa Pak Kades karna ini Hp saya,namun Kades tersebut mau merampas catatan saya dan Bukti,lalu saya jawab lagi, saya tidak mau ini bukti catatan saya berikan.Namun dengan nada tinggi kades tersebut mengatakan Tidak usah kamu Rekam,dan ingin mengayun kan tangan nya dan di duga juga ingin melakukan pemukulan terhadap wartawan tersebut.

” Masih Kades,bertanya kenapa kamu mengumpulkan masyarakat saya untuk apa mencari bukti, kades tersebut juga mengatakan,kamu tidak ada hak mencatat nama masyarakat, warga saya untuk mencari Bukti tanpa seizin saya,”ucap, Kades Rudi Setiawan.

 

Maka ini sudah jelas bahwa Kades Rudi Setiawan sudah menghalang halangi tugas seorang Jurnalistik.

 

Dengan nada sombong juga ucap Kades saya tidak takut mau kamu laporkan silahkan, saya punya Kakak Wartawan, saya punya Advokat, saya punya Konsultan, saya gini-gini ngerti hukum dan saya lulusan Sarjana Hukum juga katanya, Kades Rudi Setiawan dengan arogansi dan angkuh.

Lebih lanjut Kades Rudi Setiawan mengatakan juga ada satu orang duri di Desa Gedung Makripat ini.,lalu Awak media bertanya siapa sosok orang itu Pak Kades,”lalu di jawab Pak Kades,Pak Aripin. Saya mau jebloskan Pak Aripin itu biar masuk penjara semua masalah di Sekolah SMKN 1 Hulu Sungkai bukan salah Ibu Kepsek,Jelas nya, melainkan salah Pak Aripin’Jelas nya.

Selanjut nya warga Kades Dendi selaku TU di sekolah SMKN 1 Hulu Sungkai sebenarnya Pak Aripin itu mau di berhentikan dari sekolahan SMKN 1 Hulu Sungkai tapi berhubung namun beliau sudah lama kerja di sekolah, makanya masih di pertahankan,ucap Dendi TU.

 

Namun hal ini sangat melukai hati Wartawan dimana pun berada yang melakukan aktifitas jurnalistik yang di lindungi oleh undang-undang Pers.

Dalam hal ini,Team Persatuan Pewarta Indonesia Berharap agar aparat kepolisian dapat segera mengambil langkah langkah tindakan ,hukum Agar tidak terkesan ada pembiaran.

(FI), Guru honor SMKN 1 Hulu Sungkai. Kabupaten Lampung Utara.
Provinsi Lampung pada hari Rabu 29-06-2022 yang lalu. Mengatakan kepada Media ini Bahwa disekolah nya. Memungut uang komite Sejak tahun 2020. Dengan besaran Rp. 1200.000/murid/Tahun.

Lebih lanjut (FI) mengatakan bahwa uang tersebut untuk bayar Komite. Dan menurut nya bayar uang komite itu bukan berdasarkan kesepakatan.

Dan bagi anak yang mendapatkan PIP (Program Indonesia Pintar) Kelas 1 : 1000.000/murid/tahun dan dipotong 700.000. tanpa sepengetahuan wali murid.
Kelas 2 : 1000.000/murid/tahun Dipotong 700.000. Tanpa sepengetahuan wali murid.
Kelas 3 : 500.000/murid/tahun Dipotong 300.000. juga tanpa sepengetahuan wali murid.

Lebih lanjut media ini menelusuri.
Impormasi dari Bapak (FI) selaku guru honor di SMKN 1 Hulu Sungkai. Pada hari Rabu tgl 20-07-2022.
Awak media menemui kepala sekolah dan saudara Dendi TU SMKN 1 Hulu Sungkai. Lampung Utara.

Kepala sekolah saat di temui” mengenai konfirmasi Bapak kepada saya,tanyakan langsung kepada ketua komite, Bambang Sugeng.ujar, Ibu Kepala Sekolah.

Lalu Ibu Kepala Sekolah pergi meninggalkan jurnalis tersebut.

Riki hakiki merasa tidak digubris ibu kepala sekolah langsung meninggalkan tempat.

Selanjutnya pada tanggal 25-07-2022.
Riki Hakiki. Bersama dengan Pimpinan media 1newstvgroup.com.
Mendatangi kembali Sekolah SMKN 1 Hulu Sungkai. Lampung Utara.

Pertemuan dengan Kepala Sekolah dan ketua komite SMKN 1 Hulu Sungkai.
Awak media menanyakan tentang informasi yang diterima. Mengenai uang komite yang di pungut dari Wali murid.

“Ketua komite membenarkan bahwa pungutan itu benar adanya dan sesuai dengan pergub 61 th 2020. Ujar ketua komite.

Untuk memastikan awak media menggali informasi dari wali murid.
(AS), Wali murid. anak saya dua orang sekolah disitu tutur kelas 12 tahun 2022 dapat 500.000 Dipotong 410.000. ini sudah lulus.
“Masih ada baru naik kelas 12. Dapat juga PIP dipotong 700.000 tanpa persetujuan dan buku rekening dipegang oleh pihak sekolah. Selama ini,”Jelas nya.

Ditempat terpisah awak media menemui (R) Wali murid dari (PA) kelas 11. Mendapatkan dana PIP 1000.000 dipotong 1 juta tanpa sepengetahuan wali murid pemotongan ini kata orang tua wali murid tanpa musyawarah. Dan buku rekening juga ada dipihak sekolah tersebut, “Ungkap nya.
( ).