Diduga Gudang Ilegal Drilling Milik GN Di Jl Talang Keramat Kebal Hukum

Diduga Gudang Ilegal Drilling Milik GN Di Jl Talang Keramat Kebal Hukum

Banyuasin Sumsel mediaappi.com – Beredar isu dugaan gudang penampungan BBM jenis solar diduga ilegal bebas beroperasi di wilayah hukum polres kabupaten Banyuasin, yang beralamat di jalan talang keramat kecamatan talang kelapa kab banyuasin diduga kuat tempat penimbunan BBM ilegal jenis solar.

Pantauan awak media di lokasi tampak beraninya oknum pengelola mendirikan usaha tempat penampungan BBM ilegal tersebut tepatnya di pinggir jalan raya. Terlihat tempat penampungan dan pengelolaan hasil minyak mentah tersebut nampak aman tak ada tersentuh hukum dari Aph Kab Banyuasin dan Polda Sumsel kuat dugaan sudah ada back up dari orang ber-bintang sehinga sampai sekarang masih beraktivitas sehingga mobil transportir biru putih bebas keluar-masuk di dalam gudang.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, gudang penampungan/pengelolaan BBM jenis solar ilegal tersebut diduga milik (GN).

Berdasarkan pengakuan (AM) 12 Juni 2023. menjelaskan, bahwa pelaku penimbunan BBM jenis solar diduga ilegal tersebut tidak tersentuh hukum, kususnya wilkum Polres Banyuasin, padahal sangat jelas dan transparan larangan Kapolda “Albertus Rachmad Wibowo” tentang ilegal drilling yang bisa berdampak menimbulkan kebakaran dan memakan korban jiwa.

Banyaknya beredar Opini dari kalangan masyarakat menyebutkan kuat dugaan adanya oknum-oknum yang ikut membekingi kegiatan tersebut dan ada yang menkordinir untuk mengambil setoran agar berjalan dengan lancar.

“Menurut sepengetahuan aku pak, (Red_) aktivitas di gudang berjalan mulus tanpa ada sentuhan dari Aparat Penegak Hukum (APH), aktivitas tersebut iyolah bongkar muat minyak, harian itu ada mobil tanki transportir biru putih pertamina parkir masuk di lokasi gudang, tutup (MM)

Sementara itu, hasil penelusuran tim media di lokasi,gudang terkunci seperti tak ada aktivitas layak nya seperti halaman parkiran biasa.Di bagian dalam gudang tersebut, tampak terlihat ada aktivitas pengelolaan minyak dan terlihat limbah hasil olahan yang di buang di perkarangan belakang gudang yang menggenangi anak parit.

Untuk diketahui kegiatan ilegal driling merupakan perbuatan pidana sebagaimana diatur Pasal 55 UU Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Pelaku terancam dipidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar(MK/Tim)